BUAH ROH

1. KASIH

Kasih adalah kekuatan untuk mendahulukan orang lain dan kekuatan untuk tidak mementingkan diri sendiri melainkan sesama. Kasih, αγαπη – AGAPÊ. Kasih tidak bertujuan mencari kepentingan diri sendiri, melainkan kebaikan bagi orang lain. “Kasih” itu sebenarnya cakupannya luas sekali, dengan mengacu pada 1 Korintus 13:4-8 akan kita dapatkan hal-hal yang berkaitan dengan kasih

2. SUKACITA

Sukacita membersihkan dan menyembuhkan roh kita dari segala luka hati , dendam, amarah, dan membuat sesuatu lebih baik. Sukacita (χαρα – KHARA). Kata χαρα – khara tidak mengandung sukacita duniawi atau sukacita karena berhasil mengalahkan orang lain. Sukacita ini hanya berdasar pada Allah saja.

3. DAMAI SEJAHTERA

Secara garis besar, kata Yunani ειρηνη – eirênê berarti damai. Allah dinyatakan sebagai Allah Damai Sejahtera, bukan seperti seseorang yang memerlukan damai, tetapi Dia yang memberikan damai sejahtera. Damai-sejahtera, utamanya adalah ketenangan jiwa atau kesejahteraan rohani yang didasarkan atas pengampunan

4. KESABARAN

Kesabaran (Yunani, μακροθυμια – MAKROTHUMIA Ibrani, ארך – ‘AREKH) adalah sikap seseorang terhadap orang lain dan mencakup ketidak-sediaan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan.

Sifat Allah panjang-sabar μακροθυμια – makrothumia (longsuffering/ tahan menderita) bukanlah kepasifan, tetapi penguasaan atau pengekangan ataupun pengendalian diri. Sifat Allah yang panjang sabar selalu dikaitkan dengan sifat kasih-sayang dan kemurahan Allah kepada orang-orang yang berdosa yang memberontak terhadapNya yang seharusnya dengan segera menghadapi murkaNya.

5.KEMURAHAN

Kemurahan (Ibrani, חסד – KHESED) adalah salah-satu sikap Allah terhadap manusia, penuh kasih-sayang, yang antara lain Dia suka berbuat baik dan memberikan apa yang baik kepada manusia :

* Mazmur 23:1-6
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Manusia patut bersikap murah-hati/ berbelas-kasih (Yunani, ελεημων – eleêmôn atau ελεεω – eleeô) sebagaimana Allah mengajarkan bermurah-hati, setiap orang yang bermurah hati akan diganjar dengan kemurahan yang sama.

6. KEBAIKAN


Kebaikan (Yunani, αγαθωσυνη – AGATHÔSUNÊ, (N)) berasal dari kata sifat αγαθος – AGATHOS, (yang) baik, bagus, berguna, dll. Kebaikan adalah ketulusan jiwa yang membeci kejahatan, motif dan perilaku yang baik. Sikap ini sebagai kelanjutan dari sikap kemurahan (Yunani, χρηστοτης – KHRÊSTOTÊS).

* 1 Tesalonika 5:15
LAI TB, Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Pemberian-pemberian Allah adalah baik, karena pemberian-pemberian itu mengungkapkan kemurahan hatiNya, yang diperuntukkan bagi kesejahteraan dan keselamatan si penerima.

7. KESETIAAN

Kesetiaan, Yunani, πιστις – PISTIS, sebenarnya berarti iman.

πιστις – PISTIS (N) berasal dari kata kerja πειθω – PEITHÔ : meyakinkan, mempercayai, mentaati, menaruh keyakinan, percaya, yakin, dll., termasuk menggerakkan orang lain dengan motif tertentu.

Kesetiaan (baca keimanan) menunjukkan menunjuk pada ciri khas orang yang dapat diandalkan. Ketika Allah meminta kita untuk setia, Ia lebih dulu setia kepada kita. Didalam Alkitab, kerap kali menggambarkan sifat Allah yang setia ini, contohnya :

* Mazmur 36:6
LAI TB, Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.

Kesetiaan tidak bisa hanya dilakukan ketika kita suka, senang untuk memenuhi janji atau ketika kita berpikir suatu hal penting untuk dilakukan. Karena kesetiaan bukanlah sikap yang pasif, melainkan terus aktif dan dibuktikan dari waktu-ke-waktu, terus-menerus berlangsung, sampai kehidupan kita di dunia ini berakhir.

8. KELEMAHLEMBUTAN

Kata benda Kelemahlembutan, diterjemahkan dari kata Yunani πραοτης – PRAOTÊS berasal dari kata sifat πραος – PRAOS, lemah, ringan, perlahan, lembut atau “meek” (Inggris).

kata “lemah-lembut” bukan saja menyangkut sikap hati, tetapi juga tingkah laku (behavior). Kata sifat πραος – praos berasal pula dari kata sifat πραυς – praus, dengan makna yang tidak jauh berbeda, namun ditekankan pada kelembutan dalam pembawaan, kelemahlembutan dalam roh.

* Matius 5:5
LAI TB, Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Seorang yang lemah-lembut tidak mendendam terhadap tindakan kasar yang dialaminya, tidak tawar hati dalam kemalangan, karena segala sesuatu yang diterimanya sebagai jalan Allah bagi dia yang penuh hikmat dan kasih.

9. PENGUASAAN DIRI

Penguasaan-diri Yunani, εγκρατεια – EGKRATEIA (baca: eng-kra-ti-a)

Kata εγκρατεια – egkrateia berasal dari kata εγκρατης – egkratês, dapat menguasai diri. Kata sifat εγκρατης – egkratês terdiri atas preposisi εν – en, di dalam, dan kata benda κρατος – kratos, kekuasaan, kekuatan. Hanya ada satu ayat yang memuat kata εγκρατης – egkratês ini.


secara konseptual bermakna mampu memiliki kuasa atau otoritas untuk mengarahkan, memerintah atau melarang diri sendiri terutama terhadap nafsu, keinginan besar, kegemaran, amarah, hasrat, emosi, kecanduan, egoisme dll.

Kadang pengendalian diri tampak tidak menyenangkan dan perlu dilakukan dengan terpaksa karena menghindarkan kita dari hal-hal yang enak, nyaman dan menyenangkan. Namun sesungguhnya pengendalian diri adalah kebajikan yang memampukan kita untuk mengatasi banyak tantangan, mengalahkan kebiasaan buruk, untuk memaksimalkan keefektifan kita sebagai anak-anak Allah yang gemar melayani pekerjaanNya.

sources : 9 buah

Leave a comment